Categories
Uncategorized

Vihara Dharma Bhakti, Tempat Bersejarah yang Instagramable

Pariwisata di Jakarta bukan hanya tentang pameran seni. Semakin lama berkembang, teknologi semakin berkembang. Pemahaman dan kepekaan seseorang terhadap tradisi dan sejarah semakin tipis. Media sosial, pusat perbelanjaan, dan tempat kontemporer lainnya adalah instrumen yang lebih melekat. Jadi tempat-tempat yang menurut komunitas atau generasi sekarang tidak menarik semakin ditinggalkan, salah satunya di nomor Glodok, Jakarta Barat.

Wilayah Glodok terletak di distrik Taman Sari di Jakarta barat. Sejak zaman Belanda, wilayah Glodok telah dikenal sebagai Chinatown terbesar di Batavia. Mayoritas komunitas Glodok adalah keturunan Cina. Kondisi demografis yang ada menjadikan Wilayah Glodok salah satu daerah yang unik. Ini terkait dengan sejarah mereka sendiri dan juga dengan tradisi yang terus diturunkan ke generasi saat ini. Keunikan wilayah Glodok adalah daya tarik khusus yang mengundang orang untuk datang.

Salah satu candi / candi yang dapat ditemukan di daerah Glodok ini adalah Kuil Kim Tek Ie, atau lebih dikenal sebagai Kuil Dharma Bhakti, yang berada di sudut jalan antara Jl Victoria 3 dan Jl Victory Raya, Ini juga salah satu candi tertua di kota Jakarta. Meskipun biara ini terbakar pada tahun 2015, bangunan ini masih sangat kokoh, meskipun beberapa bagian bangunan agak menghitam oleh api.

Dharma Bhakti Vihara didirikan pada tahun 1650 dengan nama Kwan Im Teng dengan luas sekitar 3.200 m2. Sebelum kebakaran pada 2015, dilaporkan juga secara luas bahwa pada 1740 kuil itu terbakar dan menjadi saksi bisu pembantaian etnis Cina oleh pasukan kolonial VOC pada 1740, kemudian kuil itu direnovasi dan namanya diubah menjadi Kim Tek. Yaitu.

Di bawah kepemimpinan Dewan Kuil Buddha Indonesia (DEWI) pada tahun 1965, ada tindakan memotong akar Cina dengan orang-orang Indonesia, sehingga tempat ini direkomendasikan dengan nama Cina untuk menyembunyikan unsur-unsur Tao yang ada dan menyoroti alam. buddha. dari pagoda, maka nama Kim Tek Ie diubah menjadi Vihara Dharma Bhakti, yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti Kuil Kuil Emas.

Warisan yang tersisa didukung oleh kehadiran orang-orang yang mempertahankan warisan. Manajer selalu mengkondisikan biara ini sehingga selalu dapat digunakan dalam prosesi ritual, sehingga ritual yang menghubungkan manusia dan dewa tidak terganggu oleh apa pun.

Ketika Anda memasuki biara ini, kita akan disambut dengan pintu masuk dengan nama Vihara Dharma Bhakti ini. Bagi pengunjung yang tidak datang untuk beribadah, ada semacam meja resepsionis yang dijaga oleh seorang penjaga keamanan, yang tujuannya adalah untuk menginformasikan tentang kunjungan kami ke biara ini.

Mereka semua diterima secara terbuka di candi ini dan menjadikan tempat ibadah yang banyak dikunjungi, juga menjadi salah satu tempat menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan asing.

Bangunan arsitektur dan pendukungnya sangat kuat, sehingga tentu saja ini juga dapat digunakan untuk menjadi objek fotografi yang menarik. Tidak hanya bagian depan bangunan, interiornya juga tidak kalah menarik untuk dijadikan objek dalam foto. Di beberapa tempat biara ini, pengunjung harus melepas alas kaki mereka dan ada larangan untuk mengambil foto. Namun, masih banyak tempat yang bisa dijadikan objek untuk mengambil foto.

Kehadiran jendela yang terbuka tidak hanya dapat membuat cahaya outdoor terus masuk dan menerangi ruangan, tetapi juga dapat membuat Vihara ini lebih instagrammable dan baik untuk mengambil foto. Jadi kualitas ruang yang terbentuk dan pencahayaan yang dibuat menciptakan campuran yang sangat baik.

Vihara Dharma Bhakti yang kami kunjungi adalah tempat yang memiliki sejarah yang kuat. Warisan terbesar selain bangunan dan benda fisik lainnya, yaitu tradisi, kebiasaan yang dilakukan terus diwariskan, dan keberadaannya dihargai karena merupakan bagian dari kehidupan orang-orang yang terlibat dan memiliki kaitan dengan warisan yang ada dan dapat digunakan untuk menjadi salah satu situs wisata yang unik dan kaya. daya tarik terpisah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *